Sabtu, Desember 14, 2013

Materi Jaringan Komputer

Diposting oleh ajeng diana di 19.45 0 komentar

Pengertian, Fungsi dan Cara Kerja Firewall Dalam Suatu Jaringan Komputer LAN dan WAN 

PENGERTIAN FIREWALL
                      Firewall adalah sebuah sistem atau perangkat yang mengizinkan lalu lintas jaringan yang dianggap aman untuk melaluinya dan mencegah lalu lintas jaringan yang tidak aman. Umumnya, sebuah firewall diimplementasikan dalam sebuah mesin terdedikasi, yang berjalan pada pintu gerbang (gateway) antara jaringan lokal dan jaringan lainnya. Firewall umumnya juga digunakan untuk mengontrol akses terhadap siapa saja yang memiliki akses terhadap jaringan pribadi dari pihak luar. Saat ini, istilah firewall menjadi istilah generik yang merujuk pada sistem yang mengatur komunikasi antar dua jaringan yang berbeda. Mengingat saat ini banyak perusahaan yang memiliki akses ke Internet dan juga tentu saja jaringan korporat di dalamnya, maka perlindungan terhadap aset digital perusahaan tersebut dari serangan para hacker, pelaku spionase, ataupun pencuri data lainnya, menjadi esensial."

                      Oleh karena itu firewall adalah suatu mekanisme untuk melindungi keamanan jaringan komputer dengan menyaring paket data yang keluar dan masuk di jaringan. Paket data yang “baik” diperbolehkan untuk melewati jaringan dan paket dapa yang dianggap “jahat” tidak diperbolehkan melewati jaringan. Firewall dapat berupa perangkat lunak atau perangkat keras yang ditanam perangkat lunak yang dapat menfilter paket data. Firewall dapat juga berupa suatu sikap yang ditanam dan diajarkan kepada staf IT suatu perusahaan untuk tidak membocorkan data perusahaan kepada perusahaan. Ini untuk mencegah salah satu jenis hacking yaitu social enggeneering.

FUNGSI FIREWALL

A. Mengontrol dan mengawasi 
    paket data yang mengalir di jaringan Firewall harus dapat mengatur, memfilter dan mengontrol lalu lintas data yang diizin untuk mengakses jaringan privat yang dilindungi firewall. Firewall harus dapat melakukan pemeriksaan terhadap paket data yang akan melawati jaringan privat. Beberapa kriteria yang dilakukan firewall apakah memperbolehkan paket data lewati atau tidak, antara lain : 
1. Alamat IP dari komputer sumber
2. Port TCP/UDP sumber dari sumber.
3. Alamat IP dari komputer tujuan.
4. Port TCP/UDP tujuan data pada komputer tujuan
5. Informasi dari header yang disimpan dalam paket data.

B. Melakukan autentifikasi terhadap akses.

C. Applikasi proxy Firewall 
     mampu memeriksa lebih dari sekedar header dari paket data, kemampuan ini menuntut firewall untuk mampu mendeteksi protokol aplikasi tertentu yang spesifikasi.

D. Mencatat setiap transaksi kejadian yang terjadi di firewall
      Ini Memungkinkan membantu sebagai pendeteksian dini akan penjebolan jaringan.

beberapa jenis firewall :
1.      Packet filter : Setiap paket yang masuk atau keluar jaringan akan di ataur apakah diterima atau ditolak berdasarkan aturan user-defined. Packet filtering ini cukup efektif dan transparan kepada pengguna, tetapi sulit untuk mengkonfigurasi. namu rentan terhadap serangan IP spoofing .
2.      Gateway aplikasi : Mekanisme keamanan untuk aplikasi tertentu, seperti FTP , dan Telnet server. Hal ini sangat efektif, namun dapat memberlakukan degradasi kinerja.
3.      Circuit-level gateway : Mekanisme keamanan koneksi TCP maupun UDP. Setelah sambungan telah dibuat, paket dapat mengalir antara host tanpa pemeriksaan lebih lanjut.
4.      Proxy server: Memotong semua pesan masuk dan keluar jaringan. proxy server efektif menyembunyikan alamat jaringan dengan baik.

CARA KERJA FIREWALL
                       Jika kamu menggunakan internet secara teratur setiap hari,atau komputer kamu terhubung dengan internet setiap kali menggunakannya, maka kamu harus memiliki sebuah firewall yang aktif di komputer. Firewall dapat melindungi komputer kamu dari serangan hacker dan situs web tertentu yang telah diblok oleh firewall tersebut. 
Firewall pada dasarnya merupakan sebuah penghalang antara komputer anda (jaringan)dengan internet. Firewall bisa diumpamakan sebuah satpam yang menjaga pintu gerbang rumah anda untuk menyaring pengunjung yang datang ke tempat anda.
                        Dan apabila firewall menemukan data  yang dicurigai membawa hal berbahaya dan dapat merusak, seperti virus, spyware, dan trojan, firewall akan melarangnya untuk keluar atau masuk ke dalam jaringan. Dalam mengontrol lalu lintas keluar masuk data dalam jaringan, firewall menggunakan salah satu atau ketiga metode berikut ini :
1. Packet Filtering – Paket data diperiksa menggunakan seperangkat aturan penyaringan. Paket yang lulus proses penyaringan diizinkan untuk meneruskan perjalanannya, sedangkan yang tidak lulus penyaringan akan dihapus.
2. Proxy Service – Data yang berasal dari Internet diterima oleh firewall kemudian diteruskan kepada komputer yang me-request-nya, begitu juga sebaliknya.
3. Stateful Inspection – Metode membandingkan bagian kunci dari paket data tersebut dengan database data-data terpercaya. Data yang keluar dari firewall ditandai dengan ciri-ciri khusus, selanjutnya data yang masuk akan dibandingkan dengan ciri-ciri khusus tersebut. Jika dalam proses perbandingan terdapat kecocokan, data diizinkan masuk. Jika terdapat ketidakcocokan, firewall akan menghapus data tersebut.

Mengatur Setting Firewall
Administrator jaringan dapat menambah dan mengurangi saringan yang digunakan pada firewall, antara lain :
1. Alamat IP – Setiap mesin, tidak hanya komputer, yang terhubung dengan Internet memiliki alamat unik yang dinamakan IP. Jika sebuah alamat IP terlalu banyak mengirimkan paket data yang mencurigakan, firewall dapat memblokir semua paket data dari alamat IP tersebut.
2. Nama Domain – Semua server di Internet memiliki nama domain untuk memudahkan kita menghapalnya daripada harus menggunakan sederetan alamat IP, misalnya Anda tentu lebih mudah menghapal nama domain pcmedia.co.id daripada angka 202.158.39.108, bukan? Firewall dapat memblokir semua akses menuju nama domain tertentu, atau hanya mengizinkan akses kepada beberapa nama domain tertentu.
3. Protokol – Dalam berkomunikasi, sesama komputer menggunakan jalur-jalur tertentu. Jalur-jalur komunikasi tersebut dikenal dengan nama protokol. Sebagai contoh, untuk berkomunikasi dengan web server, web browser menggunakan jalur HTTP. Firewall dapat menyaring lalu lintas data pada beberapa protokol yang jamak digunakan semisal HTTP, FTP, UDP, ICMP, SMTP, SNMP, telnet, dan lain-lain.
4. Port – Setiap server menggunakan port-port bernomor untuk menyediakan layanan di Internet. Satu port untuk satu layanan. Sebagai contoh, jika sebuah server menjalankan web server dan FTP server, biasanya web server akan menggunakan port 80, dan FTP server menggunakan port 21. Firewall dapat memblokir akses ke port 21 untuk melarang akses FTP dari dan ke komputer yang dilindunginya.
5. Kata-kata atau Frase tertentu – Firewall dapat memblokir setiap data keluar dan masuk yang mengandung kata atau frase tertentu dengan cara mengendus (sniff) setiap paket data dan mencocokkan setiap kata atau frase yang ada di dalamnya dengan daftar black list. Sebagai contoh, administrator dapat memasukkan kata-kata porn, sex, nude, dan kata-kata berbau pornografi lainnya untuk melarang setiap komputer mengakses website porno.

program pascal antrian

Diposting oleh ajeng diana di 19.27 0 komentar


 uses crt;
 var x:array[1..10] of string;
     i,n,pil:integer;
     procedure masuk;
     begin if (n=10) then writeln('sudah penuh') else
        begin n:=n+1;
              readln(x[n]);
        end;
    end;
    procedure keluar;
    begin
        for i:=1 to n-1 do x[i]:=x[i+1];
        n:=n-1;
    end;
    procedure cetak; begin for i:=1 to n do writeln(x[i]);readln;end;
 

Trigger Pada MySQL

Diposting oleh ajeng diana di 19.23 0 komentar
Trigger 
a.  MEMBUAT TRIGGER
b.  BEFORE TRIGGER
c.  AFTER TRIGGER
                            d.  MELIHAT TRIGGER YANG SUDAH DIBUAT

TRIGGER 
Trigger adalah sebuah objek database yang diasosiasikan dengan sebuah tabel. Trigger diaktifkan ketika sebuah event terjadi pada tabel yang diasosiasikan. Tabel yang diasosiasikan dengan trigger haruslah sebuah tabel yang permanen dan bukan temporary tabel.

      1. Membuat Trigger
Trigger bisa dibuat dengan syntax sbb :

CREATE TRIGGER <trigger_name> <trigger_time> <trigger_event>
ON <table>
FOR EACH ROW <trigger_body statements>

      Pada sintaks di atas, trigger_name adalah nama dari trigger yang akan kita buat.
Trigger_time adalah saat aktivasi trigger. Parameter trigger_time dapat berisi BEFORE atau AFTER, yang menandakan apakah aktivasi trigger dilakukan sebelum atau sesudah terjadi perubahan pada tabel.
Trigger_event menunjukkan jenis statement yang mengaktifkan trigger.

Trigger_event dapat didefinisikan sebagai salah satu dari:
·         INSERT: trigger diaktifkan ketika sebuah baris baru ditambahkan ke tabel, sebagai contoh melalui statement INSERT, LOAD DATA, atau REPLACE.
·         UPDATE: trigger diaktifkan ketika sebuah baris dimodifikasi, sebagai contoh melalui statement UPDATE.
·         DELETE: trigger diaktifkan ketika sebuah baris dihapus, melalui statement DELETE dan REPLACE. Namun demikian, DROP TABLE dan TRUNCATE TABLE tidak mengaktifkan trigger DELETE

Tidak boleh ada dua buah trigger yang sama pada sebuah tabel yang memiliki trigger_time dan trigger_event yang sama. Sebagai contoh, kita tidak dapat membuat dua buah BEFORE UPDATE trigger pada satu buah tabel yang sama, namun kita dapat membuat trigger BEFORE UPDATE dan AFTER UPDATE untuk satu tabel yang sama.

trigger_body merupakan definisi statement yang dijalankan ketika sebuah trigger diaktifkan. Jika ada beberapa statement yang ingin dijalankan, statement-statement tersebut dapat didefinisikan di antara BEGIN AND.

Keyword OLD dan NEW dapat digunakan untuk mereferensi nilai sebelum dan sesudah trigger dilakukan. Sebagai contoh OLD.nama_kolom menunjukkan nilai kolom sebelum data tersebut dihapus atau diupdate, sedangkan NEW.nama_kolom menunjukkan nilai kolom sebuah data yang akan dimasukkan atau nilai kolom data setelah diupdate.

      2. BEFORE TRIGGER
Berikut adalah contoh trigger yang dijalankan sebelum data dimasukkan ke dalam sebuah tabel.
mysql> DELIMITER #
mysql> CREATE TRIGGER sebelum_insert BEFORE INSERT ON pegawai FOR EACH ROW
BEGIN
IF NEW.gaji IS NULL OR NEW.gaji = 0
THEN
SET NEW.gaji = 500000;
ELSE
SET NEW.gaji = NEW.gaji + 100000;
END IF;
END #
Query OK, 0 rows affected (0.23 sec)
Mysql> DELIMITER ;

Dalam TRIGGER diatas adalah salah satu contoh trigger yang akan dijalankan sebelum sebuah even dipanggil (BEFORE INSERT). Dalam trigger ini akan mengganti nilaigaji jika gaji yang di-INSERT-kan bernilai NULL atau 0 dan akan menambahkan nilai 100rb jika kita masukkan selain NULL dan 0.
Berikut contoh masukkan data setelah didefinisikan trigger :

INPUT NILAI NULL atau 0

mysql> insert into pegawai values('PEG-1017','Astuti','Kudus','Staff Junior',0);
Query OK, 1 row affected (0.05 sec)

mysql> select * from pegawai;
+----------+-----------------------+-------------+-----------------+---------+
| nip      | nama_peg              | alamat_peg  | jabatan         | gaji    |
+----------+-----------------------+-------------+-----------------+---------+
| PEG-1001 | Soeharto Mangundirejo | Yogyakarta  | C.E.O           | 9000000 |
| PEG-1002 | Felix Nababan         | Medan       | Manager         | 8000000 |
| PEG-1003 | Olga Syahrini         | Jakarta     | Kepala Unit     | 6000000 |
| PEG-1004 | Chelsea Olivia        | Bandung     | Kepala Unit     | 6000000 |
| PEG-1005 | Tuti Wardani          | Jawa Tengah | Supervisor      | 4500000 |
| PEG-1006 | Budi Drajat           | Malang      | Supervisor      | 4500000 |
| PEG-1007 | Bambang Pamungkas     | Kudus       | Staff Senior    | 3000000 |
| PEG-1008 | Ely Oktafiani         | Yogyakarta  | Staff Senior    | 3000000 |
| PEG-1009 | Rani Wijaya           | Magelang    | Staff Senior    | 3000000 |
| PEG-1010 | Rano Karno            | Solo        | Staff Junior    | 2000000 |
| PEG-1011 | Rahmadi Sholeh        | Yogyakarta  | Staff Junior    | 2000000 |
| PEG-1012 | Ilham Ungara          | Jakarta     | Staff Junior    | 2000000 |
| PEG-1013 | Endang Melati         | Madiun      | Staff Junior    | 2000000 |
| PEG-1014 | Donny Damara          | Makasar     | Tenaga Kontrak  | 1000000 |
| PEG-1015 | Paijem                | Yogyakarta  | Tenaga Kontrak  |  500000 |
| PEG-1016 | Djono                 | Yogyakarta  | Tenanga Kontrak | 1000000 |
| PEG-1017 | Astuti                | Kudus       | Staff Junior    |  500000 |
+----------+-----------------------+-------------+-----------------+---------+
17 rows in set (0.00 sec)

INPUT DENGAN NILAI

mysql> insert into pegawai values('PEG-1018','Puspito','Magelang','Staff Junior',
Query OK, 1 row affected (0.03 sec)

mysql> select * from pegawai;
+----------+-----------------------+-------------+-----------------+---------+
| nip      | nama_peg              | alamat_peg  | jabatan         | gaji    |
+----------+-----------------------+-------------+-----------------+---------+
| PEG-1001 | Soeharto Mangundirejo | Yogyakarta  | C.E.O           | 9000000 |
| PEG-1002 | Felix Nababan         | Medan       | Manager         | 8000000 |
| PEG-1003 | Olga Syahrini         | Jakarta     | Kepala Unit     | 6000000 |
| PEG-1004 | Chelsea Olivia        | Bandung     | Kepala Unit     | 6000000 |
| PEG-1005 | Tuti Wardani          | Jawa Tengah | Supervisor      | 4500000 |
| PEG-1006 | Budi Drajat           | Malang      | Supervisor      | 4500000 |
| PEG-1007 | Bambang Pamungkas     | Kudus       | Staff Senior    | 3000000 |
| PEG-1008 | Ely Oktafiani         | Yogyakarta  | Staff Senior    | 3000000 |
| PEG-1009 | Rani Wijaya           | Magelang    | Staff Senior    | 3000000 |
| PEG-1010 | Rano Karno            | Solo        | Staff Junior    | 2000000 |
| PEG-1011 | Rahmadi Sholeh        | Yogyakarta  | Staff Junior    | 2000000 |
| PEG-1012 | Ilham Ungara          | Jakarta     | Staff Junior    | 2000000 |
| PEG-1013 | Endang Melati         | Madiun      | Staff Junior    | 2000000 |
| PEG-1014 | Donny Damara          | Makasar     | Tenaga Kontrak  | 1000000 |
| PEG-1015 | Paijem                | Yogyakarta  | Tenaga Kontrak  |  500000 |
| PEG-1016 | Djono                 | Yogyakarta  | Tenanga Kontrak | 1000000 |
| PEG-1017 | Astuti                | Kudus       | Staff Junior    |  500000 |
| PEG-1018 | Puspito               | Magelang    | Staff Junior    | 1100000 |
+----------+-----------------------+-------------+-----------------+---------+
18 rows in set (0.00 sec)

Namun demikian, kita tidak dapat mengupdate tabel yang sama dengan tabel yang diasosiasikan dengan trigger menggunakan trigger.

Mysql> DELIMITER #
mysql> CREATE TRIGGER before_update BEFORE UPDATE ON pegawai FOR EACH ROW
BEGIN
UPDATE pegawai SET gaji=gaji+(NEW.gaji - OLD.gaji) WHERE nip=NEW.nip;
END #
Query OK, 0 rows affected (0.03 sec)
mysql> DELIMITER ;

mysql> UPDATE pegawai SET gaji = 2000000 WHERE nip="PEG-1017";

ERROR 1442 (HY000): Can't update table 'pegawai' in stored function/trigger because it is already used by statement which invoked this stored function
/trigger.

     3. AFTER TRIGGER
Berikut adalah contoh trigger yang dijalankan setelah update dilakukan terhadap tabel
     
Untuk mencobanya kita buat dulu table pencatat, nanti di table pencatat ini akan kita buat syntax untuk mencatat perubahan yang terjadi.

mysql> create table pencatat(catatan varchar(50));
      Query OK, 0 rows affected (0.48 sec)

mysql> delimiter #

kita buat TRIGGERnya untuk mencatat perubahan yang terjadi

mysql> CREATE TRIGGER trigger_cat AFTER UPDATE ON pegawai FOR EACH ROW
BEGIN
INSERT INTO pencatat
VALUES(concat('akun',NEW.nip,'dari ',OLD.gaji,'to',NEW.gaji));
END
#

Query OK, 0 rows affected (0.17 sec)

mysql> delimiter ;

     Kita rubah nilai dari gaji yang ada

mysql> UPDATE pegawai SET gaji=gaji+200000;
Query OK, 18 rows affected (0.09 sec)
Rows matched: 18  Changed: 18  Warnings: 0

mysql> select * from pencatat;
+---------------------------------------+
| catatan                               |
+---------------------------------------+
| akun PEG-1001 dari 9000000 to 9200000 |
| akun PEG-1002 dari 8000000 to 8200000 |
| akun PEG-1003 dari 6000000 to 6200000 |
| akun PEG-1004 dari 6000000 to 6200000 |
| akun PEG-1005 dari 4500000 to 4700000 |
| akun PEG-1006 dari 4500000 to 4700000 |
| akun PEG-1007 dari 3000000 to 3200000 |
| akun PEG-1008 dari 3000000 to 3200000 |
| akun PEG-1009 dari 3000000 to 3200000 |
| akun PEG-1010 dari 2000000 to 2200000 |
| akun PEG-1011 dari 2000000 to 2200000 |
| akun PEG-1012 dari 2000000 to 2200000 |
| akun PEG-1013 dari 2000000 to 2200000 |
| akun PEG-1014 dari 1000000 to 1200000 |
| akun PEG-1015 dari 500000 to 700000   |
| akun PEG-1016 dari 1000000 to 1200000 |
| akun PEG-1017 dari 500000 to 700000   |
| akun PEG-1018 dari 1100000 to 1300000 |
+---------------------------------------+
18 rows in set (0.00 sec)

TRIGGER diatas akan dieksekusi setelah perintah UPADATE dijalankan.

    4. Melihat dan Menghapus Trigger yang Sudah Dibuat
Untuk melihat TRIGGER kita bisa menggunakan syntax

mysql> show triggers in lab4;
mysql> drop trigger <nama_trigger>



 

ajeng diana Copyright © 2015 Design by ajengdiana dianastore