Kamis, November 21, 2013

tentang Sistem Manajemen Basis Data..

Diposting oleh ajeng diana di 06.17 0 komentar

Sistem manajemen basis data database manajemen system(DBMS) adalah suatu system atau perangkat lunak yang dirancang untuk mengolah suatu basis data dan menjalankan operasi terhadap data yang diminta banyak pengguna. Contoh tipikal DBMS adalah akuntansi, sumber daya manusia, dan system pendukung pelanggan, DBMS telah bekembang menjadi bagian standar dibagian pendukung (back office) suatu perusahaan. Contoh DBMS adalalah oracle, SQL server 2000/2003,MS Access, MySQL dan sebagainya.

Selain dalam bentuk flat file penyimpanan data dapat dilakukan dengan program bantu seperti spreadsheet.Oleh karena itu dengan menggunakan perangkat lunak ini akan memperbaiki beberapa kelemahan dari flat file, seperti bertambahnya kecepatan dalam pengolahan data. namun demikian metode ini masih memiliki banyak kelemahan diantaranya adalah masalah manajemen dan keamanan data yang masih kurang.

1  1.   Pengertian Data Base Management System (DBMS)/Sistem Manajemen Basis  Data (SMB) 
sistem manajemen basis data atau DBMS merupakan perangkat lunak yang dapat melakukan utilisasi dan mengola koleksi data dalam jumlah yang besar. DBMS juga di rancang untuk melakukan manipulasi data secara lebih muda. Sebelum adanya DBMS, data pada umumnya disimpan dalam bentuk flat file, yaitu file teks yang ada pada sistem operasi  DBMS dapat diartikan sebagai program komputer yang digunakan untuk memasukkan, mengubah, menghapus, memodifikasi dan memperoleh data/informasi dengan praktis dan efisien.

2. Kelebihan dari DBMS antara lain adalah:
  • Kepraktisan DBMS menyediakan media penyimpan permanen yang berukuran kecil  namun  banyak menyimpan data jika dibandingkan dengan menggunakan kertas. 
  • Kecepatan. Komputer dapat mencari dan menampilkan informasi yang dibutuhkan dengan cepat. 
  • Mengurangi kejemuan; Pekerjaan yang berulang-ulang dapat menimbulkan kebosanan bagi manusia, sedangkan mesin  tidak merasakannya. Update to date; Informasi yang tersedia selalu berubah dan akurat setiap. 
  •  Meningkatkan efisiensi dan efektifitas penggunaan data 
  • Memudahkan pengguna dalam menggali informasi dari kumpulan data
3.      Keuntungan-keuntungan dalam penggunaan DBMS antara lain adalah:
  • Pemusatan kontrol data. Dengan satu DBMS di bawah kontrol satu orang atau kelompok   dapat menjamin terpeliharanya standar kualitas data dan keamanan batas penggunaannya serta dapat menetralkan konflik  yang terjadi dalam persyaratan data dan integritas data dapat terjaga. 
  • Pemakaian data bersama (Shared Data). Informasi yang ada dalam basis data dapat digunakan lebih efektif dengan pemakaian beberapa user dengan kontrol data yang terjaga. 
  • Data yang bebas (independent). Program aplikasi terpisah dengan data yang disimpan dalam komputer. 
  • Kemudahan dalam pembuatan program aplikasi baru. 
  • Pemakaian secara langsung. DBMS menyediakan interface yang memudahkan pengguna dalam mengolah data. 
  • Data yang berlebihan dapat dikontrol. Data yang  dimasukkan dapat terjadi kerangkapan (redudant), untuk itu DBMS berfungsi untuk menurunkan tingkat redudancy dan pengelolaan proses pembaruan data. 
  • Pandangan user (user view). Ada kemungkinan basis data yang diakses adalah sama, maka DBMS mampu mengatur interface yang berbeda dan disesuaikan dengan pemahaman tiap user terhadap basis data menurut kebutuhan. 
 Fitur Umum DBMS
Beberapa fitur yang secara umum tersedia dalam DBMS yaitu : 
  1. Keamanan : DBMS menyediakan sistem pengamanan data sehingga tidak mudah diakses oleh orang yang tidak memilki hak akses. 
  2.  Independensi ; DBMS menjamin independesi antara data dan program, data tidak bergantung pada program yang mengaksesnya karena struktur datanya dirancang berdasarkan kebutuhan informasi bukan berdasarkan struktur program. sebaliknya program juga tidak bergantung pada data, sehingga walaupun struktur data diubah program tidak perlu berubah. 
  3. Konkruensi/ data sharing ; data dapat diakses secara bersamaan oleh beberapa penguna karena manajemen data dilaksanakan oleh DBMS. 
  4. Intregitas ; DBMS mengolah file – file data serta relasinya dengan tujuan agar data selalu dalam keadaan valid dan konsisten. 
  5. Pemulihan : DBMS menyediakan fasilitas untuk memulihkan kembali file-file data ke keadaan semula sebelum terjadinya (eror) gangguan baik kesalahan perangkat keras maupun kesalahan perangkat lunak. 
  6. Kamus/ catalog system :DBMS menyediakan fasilitas kamus data atau catalog sytem yang menjelaskan deskripsi dari file-file data yang terkandung dalam basis data. 
  7. Perangkat produktifitas : DBMS menyediakan sejumlah perangkat produktifitas sehingga memudahkan para penguna untuk menarik manfaat dari data base, misalnya report generator (pembangkit laporan ) query generator (pembangkit query/pencarian informasi)

Komponen DBMS
  Komponen-komponen DBMS (Howe,1991) terdiri dari: 
  1. Interface, yang didalamnya terdapat bahasa manipulasi data (data manipulation    language)  Bahasa definisi data (data definition language) untuk skema eksternal, skema konsepsual dan skema internal. 
  2. Sistem kontrol basis data (Database Control System) yang mengakses basis data karena adanya perintah dari bahasa manipulasi data. Contoh bahasa menggunakan komponen-komponen tersebut adalah SQL (Structured Query Language). SQL merupakan bahasa standar yang digunakan oleh kebanykan aplikasi-aplikasi DBMS

4. Kelemahan-kelemahan DBMS antara lain: 
  • Biaya Kebutuhan untuk medapatkan perangkat lunak dan perangkat keras yang tepat cukup mahal, termasuk biaya pemeliharaan dan sumber daya  manusia yang mengelola basis data tersebut. 
  • Sangat kompleks. Sistem basis data lebih kompleks dibandingkan dengan proses berkas, sehingga dapat mudah terjadinya kesalahan dan semakin sulit dalam pemeliharaan data. 
  • Resiko data yang terpusat. Data yang terpusat dalam satu lokasi dapat beresiko  kehilangan data selama proses aplikasi. 
  • Memerlukan suatu skill tertentu untk bisa melakukan administrasi dan manajemen database agar dapat diperolehh struktur dan relasi data yang optimal. 
  • Memerlukan kapasitas penyimpanan baik eksternal disc maupun internal memory agar DBMS dapat bekerja cepat dan efisien. 
  • Kebutuhan akan sumber daya resources biasanya cukup tinggi. 
  • apabila DBMS gagal menjalankan misinya maka tingkat kegagalan menjadi lebih tinggi Karena banyak pengguna bergantung pada sistem ini.

Pengertian DataBase Ms.Access, Oracle dan SQL

Diposting oleh ajeng diana di 05.58 0 komentar

Microsoft Access Database
 Microsoft Access merupakan salah satu software pengolah database yang berjalan dibawah sistem windows. Microsoft Access merupakan salah satu produk Office dari Microsoft yang dapat menangani database dengan skala besar maupun kecil. Dalam pengolahan database, Microsoft Access ini memiliki sarana atau objek-objek yang dapat mempermudah pekerjaan bagi pengguna. Microsoft Access 2002 yang untuk selanjutnya disingkat Access 2002 merupakan salah satu program aplikasi basis data (database) paling lengkap dan canggih untuk saat ini, yang digunakan untuk merancang, membuat dan mengelola database secara lebih mudah. Software Access 2002 pada umumnya tergabung dalam paket software Microsoft Office 2002 yang tersimpan dalam CD-ROM.

Kelebihan dan Kekurangan MS.Acces

Microsoft Access (atau Microsoft Office Access) adalah sebuah program aplikasi basis data komputer relasional yang ditujukan untuk kalangan rumahan dan perusahaan kecil hingga menengah, yang digunakan untuk menangani pembuatan dan Manipulasi data dan juga di gunakan sebagai basis data untuk aplikasi web dasar. Aplikasi ini merupakan anggota dari beberapa aplikasi Microsoft Office, selain tentunya Microsoft Word, Microsoft Excel, dan MicrosoftPowerPoint.

Microsoft Access dapat menggunakan data yang disimpan di dalam format Microsoft Access, Microsoft Jet Database Engine, Microsoft SQL Server, Oracle Database, atau semua kontainer basis data yang mendukung standar ODBC. Access juga mendukung teknik-teknik pemrograman berorientasi objek, tetapi tidak dapat digolongkan ke dalam perangkat bantu pemrograman berorientasi objek.

Microsoft Access digunakan kebanyakan oleh bisnis-bisnis kecil dan menengah, akan tetapi penggunaan Access kurang disarankan, mengingat telah ada Microsoft SQL Server yang memiliki kemampuan yang lebih tinggi.

Microsoft Access kurang begitu bagus jika diakses melalui jaringan sehingga aplikasi-aplikasi yang digunakan oleh banyak pengguna cenderung menggunakan solusi sistem manajemen basis data yang bersifat klien/server.
Salah satu keunggulan Microsoft Access dilihat dari perspektif programmer adalah kompatibilitasnya dengan bahasa pemrograman Structured Query Language (SQL). Para pengguna dapat mencampurkan dan menggunakan kedua jenis bahasa tersebut (VBA dan Macro) untuk memprogram form dan logika dan juga untuk mengaplikasikan konsep berorientasi objek.

Access mengizinkan pengembangan yang relatif cepat karena semua tabel basis data, kueri, form, dan report disimpan di dalam berkas basis data miliknya (*.MDB). Untuk membuat Query, Access menggunakan Query Design Grid, sebuah program berbasis grafis yang mengizinkan para penggunanya untuk membuat query tanpa harus mengetahui bahasa pemrograman SQL.


   ORACLE
Oracle adalah relational database management system (RDBMS) untuk mengelola informasi secara terbuka, komprehensif dan terintegrasi. Oracle Server menyediakan solusi yang efisien dan efektif karena kemampuannya dalam hal sebagai berikut:
·         Dapat bekerja di lingkungan client/server (pemrosesan tersebar)
·         Menangani manajemen space dan basis data yang besar
·         Mendukung akses data secara simultan
·         Performansi pemrosesan transaksi yang tinggi
·         Menjamin ketersediaan yang terkontrol
·         Lingkungan yang terreplikasi

Database merupakan salah satu komponen dalam teknologi informasi yang mutlak diperlukan oleh semua organisasi yang ingin mempunyai suatu sistem informasi yang terpadu untuk menunjang kegiatan organisasi demi mencapai tujuannya. Karena pentingnya peran database dalam sistem informasi, tidaklah mengherankan bahwa terdapat banyak pilihan software Database Management System (DBMS) dari berbagai vendor baik yang gratis maupun yang komersial. Beberapa contoh DBMS yang populer adalah MySQL, MS SQL Server, Oracle, IBM DB/2, dan PostgreSQL.

Oracle merupakan DBMS yang paling rumit dan paling mahal di dunia, namun banyak orang memiliki kesan yang negatif terhadap Oracle. Keluhan-keluhan yang mereka lontarkan mengenai Oracle antara lain adalah terlalu sulit untuk digunakan, terlalu lambat, terlalu mahal, dan bahkan Oracle dijuluki dengan istilah “ora kelar-kelar” yang berarti “tidak selesai-selesai” dalam bahasa Jawa. Jika dibandingkan dengan MySQL yang bersifat gratis, maka Oracle lebih terlihat tidak kompetitif karena berjalan lebih lambat daripada MySQL meskipun harganya sangat mahal.

Namun yang mereka tidak perhitungkan adalah bahwa Oracle merupakan DBMS yang dirancang khusus untuk organisasi berukuran besar, bukan untuk ukuran kecil dan menengah. Kebutuhan organisasi berukuran besar tidaklah sama dengan organisasi yang kecil atau menengah yang tidak akan berkembang menjadi besar. Organisasi yang berukuran besar membutuhkan fleksibilitas dan skalabilitas agar dapat memenuhi tuntutan akan data dan informasi yang bervolume besar dan terus menerus bertambah besar.

Kelebihan Dan Kekurangan Oracle
Fleksibilitas adalah kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan berbagai kebutuhan dan kondisi khusus yang dapat berubah-ubah. Sebagai contoh, organisasi yang besar membutuhkan server yang terdistribusi dan memiliki redundancy sehingga pelayanan bisa diberikan secara cepat dan tidak terganggu jika ada server yang mati. Organisasi tersebut juga mempunyai berbagai macam aplikasi yang dibuat dengan beragam bahasa pemrograman dan berjalan di berbagai platform yang berbeda. Oracle memiliki banyak sekali fitur yang dapat memenuhi tuntutan fleksibilitas dari organisasi besar tersebut. Berbagai fitur tersebut membuat Oracle menjadi DBMS yang rumit dan sulit untuk dipelajari, namun itu adalah harga yang harus dibayar untuk mendapatkan fleksibilitas yang dibutuhkan dalam sistem informasi di organisasi yang berukuran besar.
Skalabilitas mengacu pada kemampuan untuk terus berkembang dengan penambahan sumber daya. Organisasi yang besar harus mampu melakukan transaksi data dalam volume yang besar dan akan terus bertambah besar. Jika dijalankan hanya pada satu server saja, MySQL memang bisa berjalan lebih cepat daripada Oracle. Namun jika satu server sudah tidak bisa lagi menangani beban yang terus bertambah besar, kinerja MySQL mengalami stagnasi karena keterbatasan server tersebut. Namun Oracle mendukung fitur Grid yang dapat mendayagunakan lebih dari satu server serta data storage dengan mudah dan transparan. Hanya dengan menambahkan server atau data storage ke dalam Oracle Grid, maka kinerja dan kapasitas Oracle dapat terus berkembang untuk mengikuti beban kerja yang terus meningkat.

Demikianlah salah satu (atau dua) keunggulan dari Oracle. Tidaklah mengherankan bahwa meskipun Oracle merupakan DBMS yang paling rumit dan paling mahal di dunia, perusahaan-perusahaan besar memilih Oracle dan tidak menggunakan DBMS seperti MySQL yang gratis karena mereka membutuhkan fleksibilitas dan skalabilitas dalam sistem informasi yang mereka gunakan.

SQL (Structured Query Language) 
adalah sebuah bahasa yang dipergunakan untuk mengakses data dalam basis data relasional. Bahasa ini secara de facto merupakan bahasa standar yang digunakan dalam manajemen basis data relasional. Saat ini hampir semua server basis data yang ada mendukung bahasa ini untuk melakukan manajemen datanya.

Kamis, Oktober 24, 2013

Tugas SMBD

Diposting oleh ajeng diana di 20.25 0 komentar


Tugas  Kelompok Sistem Manajemen Basis Data
Studi Kasus :  Sistem Kredit Motor
Dalam kasus ini kami tabel yang kami buat yaitu t_pelanggan, t_pegawai, t_beli cash, t_beli kredit, t_bayar cicilan, t_motor. Dan disini kami menggunakan microsoft access. Berikut struktur tabel database yang digunakan:

Table bayar cicilan


Pada Bayar Cicilan terdapat Primary Key yaitu NomorByr dengan tipe data Auto/Number. Foreign Key pada tabel Bayar Cicilan ada dua yaitu Kode Kredit dan Kode Pegawai.

Tabel beli cash


Pada tabel BeliCash KodeCash digunakan sebagai Primary Key dan KodeCust, Kode Motor, dan Kode Pegawai digunakan sebagai Foreign Key


Table beli kredit


Pada Tabel Beli Kredit terdapat Primary Key yaitu KodeKredit dengan tipe data Text. Foreign Key pada tabel Bayar Cicilan ada tiga yaitu Kode Kredit, Kode Cust dan Kode Pegawai.

Tabel motor


Pada tabel Motor, KodeMotor digunakan sebagai Primary Key.

Table pegawai

Primary Key dari tabel Pegawai adalah KodePegawai.


Table pelanggan

Pada tabel pelanggan, Primary Key-nya adalah KodeCust.

contoh isi data:
1.      Tabel Pelanggan
2.      Tabel Motor
3.      Tabel Pegawai
4.      Tabel BeliCash
5.      Tabel BeliKredit
 

6.       Tabel BayarCicilan



kerelasian tabel
 

keterangan pada relasi tabel diatas:
  1.      Apabila ada pembeli, pertama harus mengisi tabel pelanggan 
   2.     Terdapat 2 pilihan untuk tata cara membeli, yaitu Cash atau Kredit. Apabila Cash langsung mengisi pada tabel Beli Cash, pada tabel tersebut isikan Kode Motor yang nantinya akan menerangkan motor apa yang di beli. Pada kolom KodePegawai, isikan kode pegawai yang melayani dalam pembelian motor tersebut.
 3.      Apabila beli secara Kredit, masuk ke dalam tabel BeliKredit , pada tabel tersebut isikan juga Kode Motor yang nantinya akan menerangkan motor apa yang di beli. Pada kolom KodePegawai, isikan kode pegawai yang melayani dalam pembelian motor tersebut
4.      Karena beli secara kredit, maka setiap bulan harus membayar pembayaran yang masih kurang. Untuk membayar setiap bulannya menggunakan tabel BayarCicilan, yang nantinya akan meng-update tabel BeliCash.

 

ajeng diana Copyright © 2015 Design by ajengdiana dianastore